• Kalender

    April 2008
    S S R K J S M
        Jul »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
  • Kategori

  • Komentar Terbaru

  • Blog Stats

    • 7,676 hits
  • Pengunjung Online

  • Suporter

    www.freedomain.co.nr

Heraclius Mencari Tahu tentang Rasulullah

Di akhir kitab permulaan wahyu, Imam Bukhari rahimahullah menceritakan sebuah kisah menarik tentang seorang seorang penguasa kerajaan super power kala itu, Romawi.

Imam Bukhari rahimahullah berkata: Abul Yaman, Al Hakam bin Nafi’ telah menceritakan kepada kami, dia berkata: Syu’aib telah mengabarkan kepada kami dari Az Zuhry, bahwa dia berkata: ‘Ubaidullah bin Abdulah bin ‘Utbah bin Mas’ud mengabarkan kepada kami bahwa Abdullah bin Abbas mmberitahunya bahwa:

Abu Sufyan radliyallahu ‘anhu (yang pada waktu itu belum masuk Islam) memberitahunya bahwa suatu ketika Heraclius (Hercules) mengudangnya bersama suatu rombongan suku Quraisy ketika mereka sedang melakukan perjalanan perdagangan ke Syam, dan waktu itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang dalam masa gencatan senjata dengan kuffar Quraisy.

Mereka mendatanginya di Elia (Baitul Maqdis), kemudian Heraclius memanggilnya sedang di sampingnya banyak petinggi Romawi. Heraclius memanggil juru bicaranya untuk bertanya: Siapa diantara kalian yang paling dekat nasabnya dengan orang yang mengaku dirinya nabi ini (memaksdukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam).

Abu Sufyan radliyallahu ‘anhu berkata “Aku orang yang paling dekat nasabnya dengannya.”

Heraclius kemudian berkata “Dekatkan dia kemari dan suruh teman-temannya berdiri di belakangnya.” Dan berkata kepada juru bicaranya “Katakan kepada teman-temannya bahwa aku ingin bertanya kepada orang ini (Abu Sufyan radliyallahu ‘anhu) tentang orang yang mengaku nabi itu, dan jika kalian mendapatinya berbohong maka katakanlah bahwa dia bohong.”

Abu Sufyan berkata “Demi Allah, seandainya bukan karena takut teman-temanku akan mendapatiku berdusta niscaya aku akan berbohong.” Kemudian Heraclius bertanya:

“Bagaimana nasabnya diantara kalian?’

Abu Sufyan menjawab “Dia seorang yang mempunyai nasab baik di tengah-tengah kami.”

Heraclius melanjutkan pertanyaannya “Apakah pernah ada seorang sebelumnya yang berkata seperti dia (mengaku nabi)?”

Abu Sufyan menjawab “Tidak”

Heraclius bertanya “Apakah kakek-kakeknya ada yang menjadi raja?”

Abu Sufyan menjawab “Tidak”

Heraclius bertanya “Yang mengikutinya, apakah orang-orang yang terhormat atau orang-orang lemah?”

Abu Sufyan menjawab “Yang mengikutinya orang-orang lemah.”

Heraclius bertanya “Apakah jumlah mereka bertambah atau berkurang?”

Abu Sufyan menjawab “Bertambah.”

Heraclius bertanya “Apakah ada dari mereka yang keluar dari agama itu karena benci dengan agama itu setelah masuk ke dalamnya?”

Abu Sufyan menjawab “Tidak.”

Heraclius bertanya “Apakah kalian pernah menuduhnya berbohong sebelum dia berbicara tentang hal ini (kenabian)?”

Abu Sufyan menjawab “Tidak.”

Heraclius bertanya “Apakah dia berkhianat?”

Abu Sufyan menjawab “Tidak, tapi kami sekarang sedang dalam masa damai dengannya dan kami tidak tau apa yang dia lakukan sekarang.”

Abu Sufyan berkata dalam dirinya “Aku tidak bisa menambah satu kalimatpun dalam menjawab pertanyaannya kecuali kalimat ini.”

Heraclius melanjutkan pertanyaannya “Apakah kaian memeranginya?”

Abu Sufyan menjawab “Ya.”

Heraclius bertanya “Bagaimana keadaan peperangan kalian dengannya?”

Abu Sufyan menjawab “Peperangan diantara kami bergantian, kadang kami menang dan kadan dia yang menang.”

Heraclius bertanya “Apa yang dia perintahkan kepada kalian?”

Abu Sufyan menjawab “Dia menyuruh untuk menyembah Allah saja dan tidak melakukan ibadah kepada selain-Nya serta menyuruh untuk meninggalkan yang dikatakan oleh pendahulu kami, juga menyuruh shalat, zakat, jujur, menjaga kesucian diri dan menyambung silaturahim.”

Heracius kemudian berkata kepada juru bicaranya: “Katakan kepadanya bahwa aku bertanya tentang nasabnya dan dijawab bahwa dia mempunyai nasab baik, dan demikianlah keadaan para rasul sebelumnya, diutus dengan nasab yang baik di tengah kaumnya, kemudian aku bertanya apakah ada seseorang yang mendahuluinya berkata tentang hal ini, dan dijawab tidak, jika ada seorang yang mendahuluinya berkata seperti itu, niscaya akan aku katakan bahwa dia hanyalah seorang yang mengikuti orang lain berkata apa yang dikatakan orang lain, kemudian aku bertanya apakah ada diantara pendahulunya yang mempinyai kerajaan dan dijawab tidak, seandainya ada yang menjadi raja akan kukatakan bahwa dia hanya menginginkan kembali kerajaan pendahulunya.

Kemudian aku tanya apakah kalian menuduhnya berdusta sebelum dia mengatakan perkataan ini dan dijawab tidak, maka aku tahu bahwa dia tidak mungkin meninggalkan dusta terhadap manusia dan kemudian berdusta atas nama Allah, kemudian aku tanya apakah yang mengikutinya adalah orang-orang mulia atau orang-orang lemah dan kau jawab bahwa yang mengikutinya adalah orang-orang lemah, dan merekalah pegikut para rasul, kemudian aku tanya apakah jumlah mereka bertambah atau berkurang dan kau jawab bertambah, dan demikianlah halnya dengan iman yang senantiasa bertambah sampai sempurna.

Kemudian aku tanya apakah ada diantara merek ayang keluar dari agamanya setelah masuk ke dalamnya dan kau jawab tidak, dan demikianlah jika iman sudah masuk ke dalam hati, kemudian aku tanya apakah dia berkhianat dan kau jawab tidak, dan demikianlah para rasul tidak mungkin berkhianat, kemudian aku bertanya apa yang ia perintahkan kepada kalian, kemudian kau jawab bahwa dia menyuruh kalian untuk menyembah Allah saja dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun, dan melarang menyembah berhala, menyuruh shalat, jujur, menjaga kesucian diri, maka jika apa yang kau katakan ini benar, niscaya dia akan menguasai tempat berdirinya kedua kakiku ini.

Aku sudah tahu bahwa nabi itu akan keluar, tapi aku tidak menyengka bahwa dia berasal dari bangsamu. Jika aku tahu bahwa aku bisa sampai ke hadapannya, niscaya aku akan berjuang untuk sampai kepadanya. Kemudian jika aku ada di sampingnya aku akan mencuci kakinya.”

Kemudian Heraclius meminta surat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang disampaikan oleh Dihyah kepada peguasa Bushra, maka setelah diberikan kepadanya, dibacanya dan di isinya:

“Dengan nama Allah yang maha Pengasih lagi maha Penyayang. Dari Muhammad, hamba Allah dan rasul-Nya kepada Heraclius penguasa Romawi. Semoga keselamatan bagi pengikut kebenaran. Amma ba’d

Aku menyerumu dengan Islam, masuk Islamlah niscaya kau akan selamat dan Allah akan memberimu pahala dua kali lipat, tapi jika kau menolak maka kau akan menanggung dosa rakyatmu dan ‘Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).'”

Abu Sufyan radliyallahu ‘anhu berkata “Setelah selesai dialog tersebut dan dia selesai membaca surat itu, banyak suara teriakan maka kami dikeluarkan, maka aku berkata kepada teman-temanku ketika kami dikeluarkan: Sungguh perkara ibnu Abi Kabsyah (memaksudkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) adalah hal besar sampai-sampai ditakuti oleh raja kulit kuning. Kemudian aku yakin bahwa dia akan menang hingga Allah memasukkan Islam kedalam hatiku.

Ibnu Nathur, Pemimpin Elia dan Uskup orang-orang nasrani Romawi menceritakan bahwa ketika Heraclius datang ke Elia, dia nampak tidak enak perasaannya, maka para petinggi Romawi bertanya kepadanya tentang keadaannya. (Ibnu Nathur berkata bahwa Heraclius adalah seorang yang meramal dengan bintang) Maka dia menjawab “Malam ini ketika aku melihat bintang, aku melihat bahwa raja yang berkhitan telah muncul, siapakah dari umat ini yang berkhitan?”

Mereka menjawab “Tidak ada yang berkhitan selain orang Yahudi, maka janganlah mereka sampai membuatmu khawatir, perintahkan ke semua daerah kerajaanmu untuk membunuh semua Yahudi.”

Ketika mereka sedang membahas hal itu, datang seorang laki-laki utusan raja Ghassan menceritakan tentang hal rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Heraclius kemudian berkata “Cari tahu, apakah dia berkhitan!”

Mereka mencari tahu kemudian memberitahukan bahwa dia berkhitan, Heraclius kemudian bertanya tentang bangsa Arab maka mereka menjawab bahwa orang –orang Arab itu juga berkhitan. Heraclius berkata “Ini adalah raja umat ini telah muncul.”

Heraclius kemudian menulis surat kepada seorang temannya yang merupakan bandingannya dalam ilmunya di Rumiyah, kemudian dia pergi ke Himsh dan tinggal disana sampai datang surat balasan dari temannya bahwa dia sependapat dengan Heraclius tentang munculnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bahwa dia adalah seorang nabi.

Heraclius memanggil semua petinggi kerajaannya ke dalam istananya di Himsh dan menyuruh agar semua pintu dikunci, kemudian berkata “Wahai bangsa Romawi, maukah kalian mendapat mendapat kejayaan dan kemuliaan sedangkan kerajaan kalian akan tetap dengan berbaiat kepada nabi ini (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam)?”

Para petinggi romawi tersebut kemudian berlarian menuju pintu keluar seperti larinya keledai liar, tetapi mereka mendapati pintu terkunci semua. Setelah melihat penolakan mereka dan Heraclius putus asa mereka mau beriman, dia berkata “Suruh mereka kembali, aku berkata perkataan tadi untuk menguji ketguhan kalian atas agama kalian dan aku sudah mengetahuinya.” Maka mereka bersujud kepadanya dan rela terhadapnya.[1]


[1] Diterjemahkan sesuai makna. Penjelasan hadits ini dalam Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al Asqalaniy.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: