• Kalender

    April 2008
    S S R K J S M
        Jul »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
  • Kategori

  • Komentar Terbaru

  • Blog Stats

    • 7,676 hits
  • Pengunjung Online

  • Suporter

    www.freedomain.co.nr

‘Islam’ Mana yang Benar?

Kaum muslimin pada zaman ini mungkin akan bingung dengan banyaknya kelompok-kelompok Islam yang semuanya meyakini bahwa dirinya adalah yang benar, bahkan semua kelompok untuk mendukung pendapatnya menggunakan dalil. Bagaimana solusi menghadapi masalah ini?

Sebenarnya masalah ini bukanlah hal baru, banyaknya kelompok atau golongan yang mengaku kebenaran hanya pada dirinya sudah dimulai sejak dari zaman shababat radliyallahu ‘anhum t, bahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam r sendiri sudah mengingatkan akan adanya hal ini. Beliau bersabda

افترقت اليهود على إحدى أو اثنتين و سبعين فرقة ، و تفرقت النصارى على إحدى أو اثنتين و سبعين فرقة ، و تفترق أمتي على ثلاث و سبعين فرقة

“Yahudi terpecah menjadi 71 atau 72 golongan dan Nashrani terpecah menjadi 71 atau 72 golongan juga, dan umatku akan terpecah menjadi 73 golongan.”[1]

Apakah hal ini berarti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membenarkan terjadinya perpecahan dan munculnya kelompok-kelompok sebagaimana kita rasakan sekrang ini? Ternyata tidak karena dalam riwayat lain yang shahih disebutkan tambahan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam r bersabda bahwa semua kelompok itu berada di neraka kecuali satu[2], yaitu الجماعة (Jamaah), atau dalam riwayat lain ما أنا عليه اليوم و أصحابي (-Kelompok yang- seperti keadaanku dan para sahabatku hari ini)

Kemudian penjelasan tentang kelompok-kelompok Islam yang sesat maupun kelompok yang selamat ini sudah dibahas oleh para ulama sejak dulu, dan juga kelompok-kelompok ini bukan hanya ada pada zaman dahulu, sebagaimana dianggap sebagian orang, tapi juga akan terus ada sampai hari kiamat. Seperti ketika menjelaskan tentang cirri-ciri Khawarij (suatu kelompok Islam), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam r bersabda

ينشأ نشء يقرءون القرآن لا يجاوز تراقيهم ، كلما خرج قرن قطع حتى يخرج في أعراضهم الدجال

Akan muncul suatu golongan yang membaca al Quran tetapi tidak melewati tenggorokan mereka, setiap kali nampak akan dihancurkan sampai Dajjal muncul dari pasukan mereka.

Ketika para ulama mendapati munculnya kelompok-kelompok ini, mereka mempunyai prinsip yang jelas dan tegas dalam beragama. Al Ajurri rahimahullah dalam kitabnya Asy Syariah menceritakan dengan sanadnya bahwa suatu hari ketika Imam Malik bin Anas rahimahullah t pulang dari masjid, ada seorang bernama Abul Juwairiyah (seorang yang disebutkan mempunyai pemikiran murji`ah) berkata kepadanya ‘Wahai Abu Abdillah (kun-yah / panggilan Imam Malik) dengarkan aku sebentar, aku ingin berbicara denganmu, membawakan hujjahku dn pendapatku’ Imam Malik balik bertanya “Kalau kamu mengalahkanku dalam berdebat?” Dia menjawab ‘ Kalau aku menang, maka kau harus mengikutiku’ Imam Malik kembali bertanya “Kalau ada orang lain dating kemudian mendebat kita dan menang?” Dia menjawab ‘Kita akan mengikutinya’ Imam Malik kemudianberkata “Wahai hamba Allah, Allah mengutus Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam r dengan satu agama, sedangkan aku melihatmu berpindah dari satu agama ke agama lain, Umar bin Abdul Azizi berkata: Barangsiapa menjadikan agamanya tempat berdebat dia akan banyak berpindah.”

Dengan sanad yang lain, Al Ajurri menceritakan bahwa suatu hari datang seorang laki-laki ke Hasan al Bashri dan berkata ‘Wahai Abu Isa (panggilan Hasan) kesinilah aku akan mendebatmu dalam hal agama!’ Maka Hasan al Bashri rahimahullah berkata “Adapun diriku, maka aku tahu apa agamaku, jika kau kehilangan agamamu maka carilah sendiri.”

Inilah sikap yang diambil oleh ulama yang paham tentang makna agama ini yang juga harus menjadi sikap kita dan sikap setiap muslim dalam menghadapi banyaknya kelompok Islam pada zaman sekarang ini. Hendaknya kita mengikuti agama yang kebenaran hanya satu ini dan tidak menjadikan agama dan keyakinan kita mengikuti orang lain yang lebih pintar berdebat dari kita. Ikutiah Islam sebagaimana dibawa oleh Rasulullah r, diikuti oleh para sahabat radliyallahu ‘anhum t dan diteruskan para ulama kita.


[1] Hadits Shahih diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, Ajurri, Hakim Abu Ya’la dan Ahmad. Tirmidzi berkata: ‘Hadits Hasan Shahih’, Hakim berkata: ‘Shahih, sesuai syarat Muslim’, dan hal ini disepakati olh Adz Dzahabi

[2] BACA: ‘Tentang kami’ di Blog ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: