• Kalender

    April 2008
    S S R K J S M
        Jul »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
  • Kategori

  • Komentar Terbaru

  • Blog Stats

    • 7,676 hits
  • Pengunjung Online

  • Suporter

    www.freedomain.co.nr

Jeleknya Berdebat (Berbantah-bantahan)

Jeleknya Berdebat (Berbantah-bantahan)

Al Imam Abu Bakr Al Ajurry dalam kitabnya Asy-Syariah menerangkan tentang jeleknya berdebat dan kebencian ulama Salaf terhadapnya:

Al Auza’i berkata “Berpeganglah dengan atsar Salaf, walaupun manusia menolakmu, dan jauhilah pendapat-pendapat akal manusia, walaupun mereka menghiasinya dengan perkataan indah.”

Muhammad bin Wasi’ berkata: Aku melihat Shafwan bin Mihraz mengisyaratkan ke salah satu sudut masjid dan disitu ada beberapa pemuda yang sedang berdebat, aku melihatnya mengibaskan bajunya dan berdiri kemudian berkata “Kalian adalah orang-orang yang berpenyakit kulit.”

Wahb berkata “Jauhilah olehmu berdebat dan berbantah-bantahan, karena kamu pasti berhadapan dengan salah satu dari dua mcam manusia: Seorang yang lebih anyak ilmuya darimu, maka bagaimana kamu mendebat dan membantah orang yang lebih berilmu? Atau orang yang kamu lebih berilmu darinya, maka bagaimana kamu membantah dan mendebat orang yang kamu lebih berilmu darinya? Dan dia tidak akan menurutimu, maka tinggalkanlah hal itu.”

Al Ajurry berkata: Jika ada seseorang berkata “Jika ada seorang yang telah diberi ilmu oleh Allah, kemudian ada orang datang untuk bertanya kepadanya dalam masalah agama, kemudian membantahnya, bolehkah baginya untuk berdebat dengannya sampai hujjahnya jelas dan membantah perkataannya?”

Maka katakan kepadanya “Hal inilah yang kita dilarang darinya dan para ulama memperingatkan kita darinya.”

Jika ia berkata “Maka apa yang harus kita lakukan?”

Katakan kepadanya “Jika orang yang bertanya kepadamu itu adalah pertanyaan orang yang ingin tahu, bukan bermaksud ingin berdebat, maka tunjukkanlah dia dengan penjelasan yang paling halus dengan ilmu dari Kitab dan Sunnah, perkataan shahabat dan para ulama radliyallahu ‘anhum, jika dia ingin mendebatmu, maka hal iilah yang dibenci oleh para ulama. Janganlah kau debat dia, dan berhati-hatilah terhadapnya dalam urusan agamamu, sebagaimana dikatakan oleh para ulama yang telah mendahului kita, jika kamu memang menggikuti mereka.”

Jika dia berkata “Apakah kita akan meninggalkannya berbicara dengan kebatilan dan diam terhadap hal itu?”

Katakan kepadanya “Diammu dan berpalingnya dirimu dari mereka lebih berat bagi mereka daripada debatmu dengannya, sebagaimana dikatakan oleh para ulama Salaf.”

Perhatikanlah perkataan Hasan Al Bashry ketika ada seorang yang ingin mendebatnya, dia berkata “Adapun diriku, maka aku sudah tahu agamaku, jika kamu merasa kehilangan agamamu, maka carilah sendiri.”

Jika ada seorang yang berkata “Jika suatu ketika aku terpaksa mendebat mereka dan menjelaskan hujjah bagi mereka akankah aku debat mereka?”

Katakan “Keterpaksaan itu hanya ada jika kau berhadapan dengan seorang pemimpin madzhab sesat, kemudian menguji manusia dan menyeru mereka ke madzhabnya, sebagaimana yang dialkukan ulama pada zaman Ahmad in Hanbal rahimahullah, tiga khalifah menguji manusia dan menyeru mereka ke madzhab sesat, maka para ulama kala itu terpaksa mendebat mereka untuk membela agama ini, agar kaum muslimin mengetahui yang haq dari yang batil. Maka Allah menunjukkan bahwa yang haq bersama Ahmad bin Hanbal dan yang satu jalan dengannya. Allah menghinakan mu’tazilah dan membuka aib mereka.”

Berdebat dalam Masalah Fiqh

Al Ajurry berkata : Jika ada yang berkata: “Bagaimana jika yang kita debatkan adalah masalah fiqh seperti thaharah, shalat, zakat dan lain sebagainya, bolehkah kita berdebat dalam masalah seperti ini, atau hal itu juga dilarang? Jelaskan yang harus kita lakukan dalam hal ini dan bagaimana selamat dari hal itu?”

Katakan kepadanya “Hal yang kau sebutkan itu jarang orang yang selamat darinya hingga terjatuh dalam dosa dan terjebak oleh syaitan.”

Jika dia berkata “Bagaimana hal itu terjadi?”

Katakan kepadanya “Hal ini, sangat banyak sekali terjadi di semua tempat, seorang yang mendebat orang lain untuk mengalahkannya dan mengunggulinya dalam berhujjah, hingga mukanya memerah karena hal itu. Setiap orang dari mereka ingin agar saudaranyalah yang salah, dan maksud seperti ini adalah kesalahan besar, yang berakibat jelek dan para ulama tidak akan memujinya sebagai seorang yang berakal. Karena niatmu agar saudaramu salah adalah kesalahan dan maksiat besar, dan niatnya agar kau salah juga merupakan kesalahan dan maksiat darinya, maka bagaimana mungkin keduanya bisa selamat dari hal itu?”

Jika ada yang berkata “Kami berdebat haya untuk mendapat faidah!”

Katakan kepadanya “Ini adalah zahir perkataannya yang didalamnya ada hal lain.”

Dan katakan pula kepadanya “Jika kau ingin selamat dalam perdebatanmu untuk mencari faidah sebagaimana yang kau sebutkan, maka jika kamu adalah orang Hijaz dan lawan bicaramu adalah orang Iraq, sedangkan diantara kalian ada satu permasalahan, kau berkata: halal, sedangkan dia berkata: haram, maka jika kalian ingin selamat dan mendapatkan faidah, katakan kepadanya : Semoga Allah merahmatimu, masalah ini sudah diperdebatkan oleh orang sebelum kita, maka marilah kita berdiskusi dalam rangka saling menasehati, bukan untuk mencari kemenangan, jika kebenaran ada padamu maka aku akan mengikutimu dan jika kebenaran ada padaku maka ikuti aku dan tinggalkan perkataanmu, aku tidak ingin kau salah atau untuk mengalahkanmu dan kaupun tidak ingin aku salah dan mengalahkanku. Jika hal ini yang berjalan, maka itu adalah hal yang baik, tapi hal ini sangatlah sulit bagi manusia.”

Kemudian jika ada yang berkata “Kita melihat bahwa para fuqaha saling berdebat dalam masalah fiqh, mereka berkata: Allah subhanahu wa ta’ala berfirman demikian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata demikian. Apakah hal ini termasuk berdebat dalam Al Quran?”
Katakan “Ma’adzallah, hal ini bukanlah perdebatan dalam Al Quran, karena seorang faqih terkadang diajak diskusi oleh seseorang dalam suatu masalah, kemudian dia katakan dalam rangka menjelaskan hal itu dan menasehatinya: Hujjah kami dalam hal ini adalah: Allah subhanahu wa ta’ala berfirman demikian dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda demikian. Jika demikian halnya dan tidak dalam rangka mencari siapa yang menang dan bukan pula agar saudaranya salah maka dia selamat insyaallah.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: