• Kalender

    April 2008
    S S R K J S M
        Jul »
     123456
    78910111213
    14151617181920
    21222324252627
    282930  
  • Kategori

  • Komentar Terbaru

  • Blog Stats

    • 7,676 hits
  • Pengunjung Online

  • Suporter

    www.freedomain.co.nr

Pentingnya Sanad dalam Islam

Sanad merupakan istilah ahli hadits (ulama yang membahas tentang hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) dari sisi periwayatannya. Sanad berarti orang-orang yang meriwayatkan suatu hadits, bersambung dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sampai penyusun kitab hadits seperti Imam Bukhari, Muslim atau yag lain.

Contoh sanad adalah hadits niat diriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam oleh Umar radliyallahu ‘anhu, kemudian ‘Alqamah menceritakan hadits tersebut dari Umar kepada rawi setelahnya, begitu hingga sampai kepada Imam Bukhari rahimahullah.

Sanad merupakan cara untuk menentukan apakah suatu hadits benar penisbatannya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam atau tidak, yaitu dengan memperhatikan sifat para perawi, bagaimana keadaan mereka dari segi kejujuran, hapalan dan agamanya.

Penghukuman shahih atau tidaknya suatu hadits sudah dilakukan oleh para ulama sejak zaman dahulu sampai sekarang. Jika suatu hadits dihukumi dengan shahih atau hasan berarti hadits itu pantas dijadikan landasan beragama, namun jika suatu hadits dihukumi dengan dhaif, maka berarti tidak boleh mengamalkan kandungan hadits tersebut dengan meyakini bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah pengucapnya.

Sanad merupakan keistimewaan umat ini yang tidak ada di umat-umat yang lain. Ibnu Hazm rahimahullah berkata: “Periwayatan orang-orang yang terpercaya hingga sampai ke rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah kekhususan yang diberikan Allah kepada umat ini, yang tidak ada di agama lain. Adapun riwayat mursal atau mu’dhal (macam-macam riwayat yang terputus jalur periwayatannya), maka hal ini banyak terdapat di Yahudi tapi riwayat itu tidak sampai mendekati Musa alaihissalam sebagaimana riwayat kita sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Riwayat orang-orang Yahudi itu hanya sampai pada orang yang antara dia dengan Musa alaihissalam jarak lebih dari 30 masa, mereka hanya sampai kepada Syam’un atau semisalnya.

Sedangkan Nashrani, mereka tidak mempunyai periwayatan seperti ini kecuali riwayat pengharaman talak saja. Adapun riwayat yang didalamnya terdapat para pendusta maupun orang-orang yang tidak dikenal, maka hal ini banyak ditemui di periwayatan Yahudi dan Nashrani.”[1]

Karena hal inilah, apabila ada seseorang yang ingin mengkritik Islam dari sisi keabsahan al Quran maupun hadits, dia tidak akan bisa, karena dia harus berhadapan dengan kaidah-kaidah periwayatan yang diwariskan oleh para ulama kita. Maka jika ada seseorang yang ingin mengkritik suatu hadits misalnya, dan mengaatakan bahwa hadits ini bukan berasal dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia harus memperhatikan dari sisi para perawinya.

Hal ini juga diakui oleh orang-orang diluar Islam, seperti disebutkan oleh seorang Eropa “Sungguh kita tidak bisa berkata kecuali bahwa sanad yang bersambung baik al Quran maupun hadits hanya dimiliki oleh kaum muslimin saja, maka jika ada seorang yang ingin menolak suatu hadits maka dia sendirilah yang harus membuktikan hal itu …”


[1] Tadrib ar-Rawy, Imam Jalaluddin As-Suyuthi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: